Kamis, 10 Juni 2010

Keajaiban Manusia Akhir Zaman

Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.

Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya :

Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.

Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar.

Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama.

Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.

Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.

Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme.

Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.

Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.

Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya.

Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.

Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya.

Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.

Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.

Namun, bila wanita Muslimah tingal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.

Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.

Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.

Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak.

Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan.

Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.

Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris .

Bila seseorang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.

Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.

Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor.

Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun.

Nah, inilah sekelumit keajaiaban manusia di akhir zaman ini. Bisakah kita mendapatkan pelajaran yang baik sehingga dapat menentukan sikap yang benar, atau kita akan jatuh menjadi korban keajaiban akhir zaman? Allahul musta’an….(fj)

Nb:berfikirlah tentang apa yang terjadi, pahamilah keadaan yang terjadi di sekeliling anda dan anda akan menemukan segelintir orang dan kelompok menguasai dunia untuk merusak diri dan keluarga serta masyarakat dan negara yang tentunya individu muslim yang taat.

Sumber:http://www.eramuslim.com/berita/dunia/keajaiban-manusia-akhir-zaman.htm


Read more...

Senin, 24 Mei 2010

Tentang Blogwalking dan Blogreading

Berbagai cara untuk berteman dan mencari informasi pengetahuan melalui kegiatan blog atau bahasa gaulnya ngeblog. Di dunia blog dikenal istilah blogwalking yaitu kegiatan individu yang umumnya para blogger mengunjungi untuk mencari informasi yang dibutuhkannya dan sekaligus meninggalkan komentar jika individu tersebut perlu untuk mengomentari artikel yang dibacanya.

mengapa saya menyebut berteman dan mencari informasi pengetahuan, karena saat individu tersebut bertanya dan berkomentar maka terjalin interaksi dengan pemilik blog dan sekaligus ajang memperkenalkan blog yang dimiliki.

Blogwalking cara yang di gunakan para blogger untuk meningkatkan trafik pengunjung dengan meninggalkan jejak dengan cara berkomentar atau bertanya. Namun sering kali kegiatan blogwalking sekedar komentar demi meningkatkan trafik blog meski itu perlu, tapi komentarnya jangan pelit alis singkat.

Saya lebih suka dengan istilah blogreading seperti berbagai sumber di blog yang membahasnya. dengan blogreading pastinya kita blogwalking dan mendapatkan manfaat berteman dan menambah wawasan dan pastinya informasi yang kita dapatkan tidak pernah di siarkan Televisi.

Hidup para blogger, namun sayangnya banyak informasi oom google yang menghapus akun tanpa proses pemberitahuan dan membuat saya hati-hati. Mau beli hosting, belum punya penghasilan, biaya akses internet masih mahal, kapan ya biaya akses internet itu murah bahkan tidak ada biaya sama sekali.

Read more...

Minggu, 23 Mei 2010

Bermain Kata-Kata

KEBENARAN ITU

Kebenaran itu di penjara
Dibunuh bukannya hidup selamat
Di tengah-tengah penguasa yang jahat

Dan bila pun hidup selamat
Harus cepat menikam dengan tepat
Lantas mengibarkan bendera kebenaran dengan kuat.


MENJEMPUT KEMULIAAN

Tak akan kupedulikan segala sebutan orang-orang kafir
Dan kata-kata orang munafik dan fasik

Jika iman islam telah mengakar dalam hidupku
Kupersembahkan segala harta dan jiwa di jalannya
Sekalipun tubuh hancur berkeping-keping

Jika Dia berkehendak
Pasti kan diberkahi setiap kepingan tubuhku ini.

Read more...

Rabu, 19 Mei 2010

Wisata Kemiskinan

wisata kemiskinan, sebuah kata yang tidak enak didengar di telinga kita, namun ini menjadi kenyataan yang terjadi di Ibu kota Jakarta. Bahkan menteri Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI bapak Jero Wacik tersinggung dengan adanya paket wisata kemiskinan tersebut. Tadi malam di TV terjadi dialog antara maudy pemeran zainab di sinetron doel dengan penggagas ide wisata kemiskinan Ronny Poluan.

dalam dialog tersebut Maudy tidak menyetujui apa yang dilakukan Ronny Poluan yang mengajak para turis untuk berkeliling ke daerah kumuh di jakarta bahkan Maudy mengatakan hal itu tidak mendidik mereka dan akhirnya mereka senang dengan kemiskinannya karena mendapat kunjungan serta bantuan dari para turis. Suatu hal yang bodoh ada orang senang dengan kemiskinan yang menderanya. Namun ronny membantahnya bahwa yang dilakukan tersebut atas permintaan orang asing yang ingin melihat sisi lain dari kota Jakarta. ronny pun mengatakan bahwa hasilnya dibagi dua, sebagian untuk yayasan dan sebagian di berikan kemasyarakat.

Banyak orang yang tidak setuju dengan apa yang dilakukan ronny, mereka memgatakan ronny telah memalukan indonesia dan mengeksploitasi kemiskinan demi meraih keuntungan. Akan tetapi bagi saya kenapa harus malu bukankah para pemimpin negeri ini pun tidak tahu malu dengan korupsi yang merajalela. Saat pemilu pun para pemimpin itu turun ke tempat kumuh untuk meraih suara dan selalu menjanjikan akan perbaikan hidup orang miskin, tapi apa yang terjadi saat mereka terpilih, tetap saja kemiskinan itu ada bahkan memiskinkan mereka lagi dengan berbagai kenaikan bahan pokok tanpa menaikan pendapatan mereka.

Bagi turis asing hal itu adalah unik, karena buat mereka wisata ke tempat moll dan gedung-gedung modern sudah ada di Negara mereka dan kata ronny mereka ingin wisata yang langsung bertemu dengan orang. kalau saya berpikir semoga hal itu menjadi pelajaran buat para pemimpin negeri ini, jika malu dengan kenyataan tersebut lakukan dengan tindakan nyata dengan serius dan fokus terstruktur. Dan bagi para turis tersebut, semoga mereka mendapat pelajaran hidup dari kemiskinan masyarakat kota Jakarta yang ramah dengan orang asing dan mereka tetap tertawa dan ceria di kelilingi gedung- gedung tinggi yang menyakitkan batin mereka.

Read more...

kebencianTerhadap Muslim dan Muslimah di berbagai Negara

Xenofobia (berasal dari bahasa Yunani(xenos), artinya "orang asing", dan(phobos), artinya "ketakutan") jadi arti dari kata itu adalah anti orang asing, ketakutan yang tidak wajar terhadap orang asing, atau segala sesuatu yang asing.

Xenofobia sebuah kata yang sekarang menjadi bagian masyarakat di Eropa khususnya bagi mereka yang anti islam. salah satunya mengenai permasalahan pakaian yang di kenakan oleh seorang muslimah. Seorang muslimah yang mengenakan jilbab baik tampak wajahnya maupun yang menggunakan cadar dan berjenggot dapat ditangkap dan dituduh sebagai teroris dan dilecehkan harga dirinya bahkan susah untuk mencari pekerjaan.

Hal itu dapat dipahami jika berada di sebuah negara mayoritas beragama kristen dan atheis yang tentunya bersinergi dengan yahudi. Namun anehnya hal ini terjadi juga di negara mayoritas muslim di Indonesia. banyak kasus tentang wanita berjilbab mendapatkan diskriminasi salah satu kasusnya mantan karyawan RS Mitra Internasional Bekasi barat yang dipecat karena mempertahankan jilbabnya.

kasus jilbab dan bercadar yang terjadi di Eropa bahkan lebih ekstrim sampai pada larangan yang ingin dibuat dalam bentuk undang-undang Negara. di Italia seorang perempuan bercadar di denda 500 uero dan di Rusia perempuan yang bernama alena mendapat tatapan kebencian saat dia berada dalam ruang publik. Semua yang terjadi di belahan NegaraEropa dan Indonesia tentang diskriminasi terhadap muslim dan muslimah adalah contoh kebencian yang tidak berdasar yang sudah tertanam sejak masa lalu.

Kebebasan berekspresi hanyalah milik mereka jika itu menguntungkan dan menyenangkan buat mereka namun jika seorang muslim melakukan ekspresi berpakaian dan beribadah, mereka mengatakan "itu akan menghancurkan tatanan masyarakat, itu sudah ketinggalan zaman, muslim benci dengan kebebasan kita dan lain sebagainya. aneh tapi nyata di Negara yang berlandaskan ilmu dan maju tapi memiliki kebencian yang tidak ilmiah.

Read more...

Selasa, 18 Mei 2010

Kekuatan Pikiran (Mindkamil)

Jika keyakinan kita mantap, semua variabel di alam semesta ini seakan mendukung keyakinan tersebut. hal-hal rasional seakan tidak berlaku lagi, hukum alam seakan "berhenti", sebab kita telah bermain dengan dimensi lain. Sebuah kalimat yang sangat mengesankan yang tertulis dalam buku; Ajaib bin aneh: jadi insan segala tahu karya dr Tauhid Nur Azhar dan Eman Sulaiman.

Bagaimana keyakinan menjadikan manusia mampu bertahan hidup tidak makan dan minum selama 70 tahun di India dan menjadi perhatian pemerintah India untuk meneliti manusia tersebut. Dengan kejadian itu seperti itu bagi kita adalah hal yang luar biasa bahwa sesungguhnya manusia memiliki potensi besar meski ada pula yang berprasangka bahwa orang itu bersekutu dengan jin dan menggunakan ilmu sihir dan lain sebagainya. Banyak hal dimana kekuatan pikiran serta keyakinan telah menjadikan individu sukses dan berhasil dalam meraih apa yang diinginkan, bahasa keren nya kecerdasan emosional. Jadi jika anda menginginkan sesuatu dalam hidup anda yakin dan lakukan maka anda akan menyaksikan keajaiban yang ALLAH berikan. Manusia adalah makhluk yang sempurna dan diberikan berbagai kecerdasan oleh ALLAH dan siapa yang mampu menggali dan menggunakan berkah tersebut adalah manusia yang terbaik. Jadi yakin dan lakukanlah.

Read more...

Senin, 17 Mei 2010

Bau Gas Pertamina

Siang menjelang sore, bau gas pertamina berhembus dan menyengat di rumah. hampir sering hal itu terjadi semenjak adanya program konversi minyak tanah ke gas. Kejadian itu tepatnya di daerah kecamatan koja jakarta utara daerah yang pernah terjadi perang antara satpol PP dengan masyarakat koja mengenai makam mbah priuk. Rumahku tidak begitu jauh dari pertamina yang mengolah gas untuk kebutuhan masyarakat. Sungguh tidak enak rasanya menghirup bau gas yang menyengat dimana saya tidak mampu menghindar dari kenyataan tersebut.

Saya bertanya -tanya dalam diri sampai kapan bau gas itu tidak meluap ke udara dan berhembus ke rumah saya. sempat saya bertanya kepada pegawai kontraktor yang bekerja di pertamina dan dia menjawabnya bahwa itu sedang terjadi pengisian gas di pertamina. Setiap bau gas itu datang dan mampir kerumahku, satu persatu pintu di tutup dan menahan nafas karena sangat menyengat dan bikin mual dan emosi marah menggumpal dalam diri.

Pertanyaan dalam diri: apakah hal itu akan terus terjadi, dapatkah hal itu dihentikan, adakah tekhnik lain agar hal itu tidak terjadi, bagaimana efek dari menghirup bau gas tersebut, pertamina beri penjelasan kepada kami tentang menghirup gas dan adakah efek jangka panjang untuk manusia jika menghirup bau gas tersebut. Pertamina pasti tahu tentang kejadiaan tersebut.

Read more...

Sabtu, 15 Mei 2010

THE ISLAMIC COUNSELING: APAKAH ANDA MAU MENGORBANKAN MAKNA KEISLAMAN ANDA UNTUK MEMBAYAR SEBUAH KATA ILMIAH?: REFLEKSI DAN REEVALUASI ARTI KECERDASAN


Read more...

Kamis, 13 Mei 2010

kata-kata mutiara

Tataplah anakmu bak mutiara nan indah dan biarkan ia berbicara seperti orator dipanggungnya
setelah itu pastikan kebenaran di dalam jiwanya.

Menghentikan apa yang sedang dibicarakan oleh seorang anak
sama saja menghentikan pola pikiran nya.

Janganlah selalu kau banding-bandingkan anakmu dengan anak yang lain
entah itu baik maupun buruknya karena itu hanya akan dapat
mematahkan harga dirinya.

Pecutan tangan dan lidah tajam tak kan mampu untuk mendidik.

Read more...

program ptc dapat dollar

ingin dapat uang di internet klik banner di bawah ini semoga bermanfaat buat tambah uang saku.




WordLinx - Get Paid To Click

Read more...

Selasa, 11 Mei 2010

Home Schooling Sebagai Pendidikan Alternatif

| 2 comments ]

Fenomena homeschooling beberapa tahun belakang ini kian mengeliat menjadi dan tren di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan orang-orang kota. Dan tidak sedikit dari orang tua yang lebih memilih untuk mendidik anaknya di homeschooling di banding sekolah reguler. Lalu sebenarnya apa yang di maksud dengan homeschooling itu? Apa kelebihan dan kekurangan bagi peserta didiknya? Berikut ini adalah sedikit paparan singkat megenai hal tersebut.


Pengertian Homeschooling

Homeschooling kadang disebut pula dengan istilah home education atau home-based learning. Secara resmi Depdiknas menggunakan istilah “sekolah rumah” atau “sekolah mandiri”. Homeschooling merupakan model pendidikan alternatif selain sekolah yang diselenggarakan oleh keluarga, yang memungkinkan anak berkembang sesuai dengan potensi diri mereka masing-masing. Homeschooling ini sendiri pertama berkembang di Amrika Serikat dan beberapa negara di Eropa. Baru kemudian menjadi tren di Indonesia tahun-tahun belakangan ini. Namun sebenarnya kalau kita melihat sejarah pada masa Nabi Muhammad saw, metode homeschooling ini telah ada. Bagaimana Nabi saw dan para sahabat-sahabatnya mendidik keluarga mereka sendiri. Setelah para sahabat mendapatkan ilmu dari dari Nabi saw, kemudian mereka menyampaikannya kepada istri dan anak-anak mereka. Oleh karena itu tidak heran kalau beliau pernah bersabda yang intinya, bahwa tidaklah seorang anak itu lahir ke dunia kecuali dalam keadaan fitrah (beragama Islam), tapi bagaimana kemudian ia menjadi orang Nasrani, Yahhudi, ataupun yang lainnya adalah karena kedua orang tuannya. Di sini jelas orang tua memegang perang yang amat vital dalam mengajar dan mendidik anak-anaknya.

Sebagai informasi, Ki Hajar Dewantara, Buya Hamka dan KH Agus Salim, Albert Einstein, Alexander Graham Bell, Agatha Christie, Thomas A. Edison, George Bernard Shaw, Woodrow Wilson, Mark Twain, Charlie Chaplin, Charles Dickens, Winston Churchill,bahkan Christopher Paolini adalah tokoh-tokoh besar yang lahir dari homes chooling.

Metode Homeschooling

Metode homeschooling ada tiga jenis. Pertama, homeschooling tunggal, kemudian homeschooling majemuk yang terdiri dari dua keluarga, dan yang terakhir homeschooling komunitas.
1. Homeschooling tunggal adalah homeschooling yang dilaksanakan oleh orang tua dalam suatu keluarga tanpa bergabung dengan lainnya. Dalam hal ini orang tua terjun langsung sebagai guru menangani proses belajar anaknya, jika pun ada guru yang didatangkan secara privat hanya akan membimbing dan mengarahkan minat anak dalam mata pelajaran yang disukainya. Guru tersebut bisa berasal dari lembaga-lembaga yang khusus menyelengarakan program homeschooling, contonya adalah lembaga Asah Pena asuhan Kak Seto. Lembaga ini mempunyai tim yang namanya Badan Tutorial yang terdiri dari lulusan berbagai jenis profesi pendidikan.
2. Homeschooling majemuk adalah homeschooling yang dilaksanakan oleh dua atau lebih keluarga untuk kegiatan tertentu sementara kegiatan pokok tetap dilaksanakan oleh orang tua masing-masing.
3. Sementara homeschooling komunitas adalah gabungan beberapa homeschooling majemuk yang menentukan silabus, bahan ajar, kegiatan pokok (olah raga, seni dan bahasa), sarana/prasarana dan jadwal pembelelajaran. Dalam hal ini beberapa keluarga memberikan kepercayaan kepada Badan Tutorial untuk memberi materi pelajaran. Badan tutorial melakukan kunjungannya ke tempat yang disediakan komunitas.

Legalitas Homeschooling

Dasar penyelenggaraan homeschooling di antaranya adalah UU No. 20 Th. 2003 tentang Sisdiknas, terutama pasal 27 yang berbunyi: (1) Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. (2) Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Penyetaraan Homeschooling

Kegiatan homeschooling perlu dilaporkan ke Dinas Pendidikan setempat agar peserta homeschooling mendapat ijazah resmi dari pemerintah. Untuk ijazah SD adalah Paket A, SMP Paket B, dan SMA Paket C. Sistem ujiannya adalah melalui ujian nasional kesetaraan.

Jika di sekolah formal ada BOS, di homeschooling ada BOP (Bantuan Operasional Pendidikan), yakni: untuk Paket A bantuan warga belajar sebesar Rp. 238rb+Rp. 74rb (modul/bahan ajar); Paket B Rp. 260rb+Rp.80rb; dan Paket C Rp. 285rb+84rb.

Keunggulan Homeschooling

Metode pembelajaran tematik dan konseptual serta aplikatif menjadi beberapa poin keunggulan homeschooling. Homeschooling memberi banyak keleluasaan bagi anak didik untuk menikmati proses belajar tanpa harus merasa tertekan dengan beban-beban yang terkondisi oleh target kurikulum. Setiap siswa homeschooling diberi kesempatan untuk terjun langsung mempelajari materi yang disediakan, jadi tidak melulu membahas teori. Mereka juga diajak mengevaluasi secara langsung tentang materi yang sedang di bahas. Bahkan bagi siswa yang memiliki ketertarikan di bidang tertentu, misalnya Fisika atau Ilmu alam, diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengadakan observasi dan penelitian sesuai ketertarikan mereka.Beberapa keunggulan lain homeschooling sebagai pendidikan alternatif, yaitu karena sistem ini menyediakan pendidikan moral atau keagamaan, lingkungan sosial dan suasana belajar yang lebih baik, menyediakan waktu belajar yang lebih fleksibel. Juga memberikan kehangatan dan proteksi dalam pembelajaran terutama bagi anak yang sakit atau cacat, menghindari penyakit sosial yang dianggap orang tua dapat terjadi di sekolah seperti tawuran, kenakalan remaja (bullying), narkoba dan pelecehan. Selain itu sistem ini juga memberikan keterampilan khusus yang menuntut pembelajaran dalam waktu yang lama seperti pertanian, seni, olahraga, dan sejenisnya, memberikan pembelajaran langsung yang kontekstual, tematik, dan nonscholastik yang tidak tersekat-sekat oleh batasan ilmu.
Homeschooling juga memberikan metode pembelajaran yang lebih bebas, dimana anak didik tidak harus bersekolah dan jauh dari orangtuanya, serta bebas menggunakan sarana pembelajaran sendiri. Yang terpenting dalam adalah penanaman sikap mental belajar sehingga anak didik bisa belajar dengan cara mereka sendiri serta belajar dari siapa saja dan apa saja. Anak didik bisa belajar membuat rumah kepada tukang bangunan, belajar mengolah sawah kepada petani, belajar memerah susu kepada peternak sapi, belajar berjualan kepada pedagang, tanpa harus terikat tempat dan waktu.
Jumlah peserta didik yang terbatas membuat tutor bisa langsung fokus pada potensi masing-masing peserta didik. Sebagai contoh, jika anak didik bercita-cita jadi penyanyi atau artis, dan merasa tidak perlu mempelajari Kimia atau Fisika, di homeschooling anak didik dibebaskan tidak mengambil pelajaran tersebut, karena peserta homeschooling diarahkan mengambil bidang studi sesuai dengan bakat dan potensi mereka.

Kekurangan Homeschooling

Keunggulan dan kekurangan adalam dua hal yang tidak bisa dipisahkan, di mana sesuatu ada keunggulan, pasti ada juga kekurangannya, begitu juga dengan homeschooling, beberapa kekurangan harus siap dihadapi oleh anak didik yang memilih homeschooling sebagai alternatif pendidikan. Diantaranya kekurangan yang tidak bisa kita pungkiri adalah kurangnya interaksi dengan teman sebaya dari berbagai status sosial yang dapat memberikan pengalaman berharga untuk belajar hidup di masyarakat. Kemungkinan lainnya anak didik bisa terisolasi dari lingkungan sosial yang kurang menyenangkan sehingga akan kurang siap nantinya menghadapi berbagai kesalahan atau ketidakpastian.
Kurangnya interaksi juga membuat anak didik kehilangan kesempatan untuk bergabung dalam salah satu tim olah raga, dan organisasi siswa pada umumnya seperti OSIS, PMR, IRM, PASKIBRA, pramuka, tim basket, tim sepak bola dan sebagainya seperti halnya yang terdapat disekolah umum. Pastinya kamu jadi tidak bisa merasakan indah dan serunya masa-masa SMU

Kekurangan lain adalah tidak ada kompetisi atau bersaing. Sehingga ada kemungkinan anak didik tidak bisa membandingkan sampai dimana kemampuannya dibanding anak-anak lain seusianya. Selain itu anak didik belum tentu merasa cocok jika diajar oleh orang tua sendiri, apalagi jika memang mereka tidak punya pengalaman mengajar sebelumnya.Faktor tingginya biaya homeschooling juga menjadi salah satu kekurangan, karena dipastikan biaya yang dikeluarkan untuk memberikan pendidikan homeschooling lebih besar dibanding jika kita mengikuti pendidikan formal disekolah umum.

So, bagi yang tertarik dengan sistem pendidikan homeschooling, dan memutuskan untuk melakukan homeschooling pastikan anda memperoleh informasi yang cukup serta kesiapan mental untuk menjalani metode homeschooling tersebut. Yang terpenting, apapun yang anda pilih, anda harus menjalaninya dengan sepenuh hati, karena hanya dengan itulah prestasi terbaik akan anda raih.

Sumber: http://nadhirin.blogspot.com/2008/07/home-schooling-sebagai-pendidikan_11.html

Read more...

Minggu, 09 Mei 2010


Read more...

Jumat, 07 Mei 2010

Doktrin Zionis Yahudi dalam Ilmu Psikologi

alt
Oleh: Pizaro (Aktif di Kajian Zionisme Internasional)

Mengapa kita harus terkejut ketika diberi fakta bahwa inti pelajaran-pelajaran di sekolah kita 95% adalah ajaran setanisme? Toh kita telah membuang Tuhan Yang Maha Esa dari sekolah-sekolah umum kita sudah sejak awal tahun 1960-an. Jadi, sekarang sekolah milik kita telah dibersihkan dari Tuhan selama tiga dekade, sekarang saatnya untuk memperkenalkan agama Anti-Kristus, murni Setanisme. Namun, pengenalan ini, setidaknya pada tahap awal, harus disamarkan, sehingga sebagian besar guru dan pengelola sekolah akan tertipu untuk sifat sejati ajaran ini. Jadi, Setanisme ajaran ini telah diperkenalkan ke sekolah-sekolah kita dengan kedok psikologi. (David Bay, Praktisi Pendidikan di Amerika).

Psyche Sebuah Warisan Kaballah: Membongkar Teologi Yahudi dalam Pencetusan Ilmu Psikologi

Anda tahu bagaimanakah sebenarnya istilah Psikologi muncul? Tolong jangan ambil buku psikologi anda dulu. Karena disitu anda tidak akan pernah menemukan jawaban yang sebenarnya saya inginkan. Atau karena jabatan anda mahasiswa, psikolog dan konselor mungkin dengan itu bisa sekedar meredakan ketidakoptimisan saya? Ya sekalipun anda mahasiswa strata satu, bergelar master, atau mungkin saudara anda bertitel Profesor Psikologi sekalipun. Ini bukan saya mengecilkan arti pribadi anda, atau saya pesimis tentang wawasan keilmuan anda. Saya yakin anda orang hebat, tapi saya tidak yakin kurikulum keilmuan kita selama ini menampilkan fakta apa adanya tanpa aurat. Karena sekarang kita sedang berbicara tentang bagaimana sebuah rahasia disusun rapih. Tentang sebuah makna konspirasi yang tidak bisa dibaca dengan mata telanjang. Tentang bagaimana sebuah perkumpulan bawah tanah yang sedang bergerak membangun dunia. Dan tentang bangunan sistem nilai yang tengah dirancang untuk membuat tatanan dunia baru dengan menyingkirkan sistem yang kita yakini.

Suatu ketika Almarhum Sukanto MM, salah seorang akademisi yang begitu konsen terhadap Psikologi, sekaligus pencetus Nafsiologi, merasa keheranan yang luar biasa. Ia begitu bingung kenapa nama Psikologi harus dicomot dari istilah Psyche, gubahan Plato, filosof Yunani Kuno klasik dari 25 abad yang lalu itu. Padahal Plato hanya memberikan sinyal Psyche dari hasil lamunan semata, bersifat insitingtif dan pastinya spekulatif. Jika ditelusuri lebih jauh Plato dalam hipotesanya membagi manusia menjadi tiga bagian, yakni, akal, afeksi, dan nafsu. Akal menjuntai dikepala, afeksi terletak di dada, dan nafsu berada di perut.

Almarhum Sukanto menangkap jelas bahwa struktur Psyche Plato mengalami invaliditas kebenaran ilmiah. Alhasil Psikologi Plato telah kadung dicap gagal untuk menyerap aspirasi publik modern yang haus atas nafas keshahihan sebuah ilmu.

Selanjutnya, pengajar di Universitas Islam Batik Solo tersebut mengatakan gagasan Aristoteles dengan Entelechi-nya sedikit lebih baik, ketimbang mengacu kepada trilogy Plato itu. Sebab spekulasi yang sifatnya elementer seperti yang Plato cetuskan amat sukar dibuktikan. Ini bisa dipahami karena konsep Niskala Plato menjadi rumit untuk diendus dengan kemampuan Inderawi. Dan mosi ketidakpercayaan atas Psikologi menjadi tidak terelakkan.

Fakta menarik ditemukan bahwa sedari dulu Aristoteles sebagai murid Plato sendiri memang meyangkal adanya psyche yang diurai gurunya tersebut. Menurut Aristoteles, entelechi dengan badan membentuk kesatuan total sebagai susunan monodualis, bukan susunan dikotomi seperti dugaan Plato. Nah lho… Mungkin Pak Kanto, ingin berujar, “Terus buat apa kita gembar-gembor kan kata Psikologi? Konyol bukan?”
Andai Pak Kanto masih hidup saya ingin sekali mengajaknya minum teh hangat ditemani roti di pinggiran kedai kopi dalam romansa Kota Solo yang militan. Sebagai alumnus jurusan Konseling dan beberapa kali terpaksa terjebak dalam Pengkajian Psikologi, sampai botak pun saya belum menemukan dalam buku studi ilmu jiwa tercanggih sekalipun bahwa sisi gelap mengungkapkan ternyata Plato adalah seorang penganut Kaballah Sejati. Jika anda belum mengenal Studi tentang Yahudi, singkatnya Kaballah adalah “satanic ideology” yang dari zaman Mesir Kuno dan hingga saat ini telah mewarnai pemikiran keilmuan dunia demi kelanggengan Hegemoni ajaran Yahudi. Mengacu pada mos tersebut, tak berlebihan bahwa nama Kaballah adalah sisi terpenting dalam entitas Sistem Nilai Yahudi yang akan menguasai dunia kelak. Kesemuanya itu popular dalam sebutan New World Order: Sistem Dajjal, kata Ahmad Thompson.

Seperti kepercayaan Mesir purba, Kabbalah menolak keras bahwa hakikat material terjadi dari yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Kabbalah juga memvonis penciptaan manusia ala Islam menjadi sebuah isu semata. Bagi Kaballah, manusia adalah reinkarnasi, persis seperti teori evolusi Darwin. Individu juga tidak boleh diatur dalam sekat-sekat agama, karena manusia haruslah bebas membuat apa saja yang mereka kehendaki. Bagaimana mungkin manusia menjadi ampuh untuk diatur sedangkan individu adalah pusat materi. Dari titik tolah inilah timbul gagasan humanisme yang dalam psikologi bernama psikologi humanistik.

Jama’ah Psikologi yang sejatinya atheis ini mencapai ribuan. Sayangnya didalamnya ada dosen, anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), pengurus Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN), anggota Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi (IMAMUPSI) sekalipun, sampai mahasiswa Ushuluddin, Bimbingan Konseling (BK) dan Psikologi semester tingkat akhir. Kata mereka, Psikologi Humanis lebih dekat dengan manusia. Ya betul, dekat dengan manusia, sekaligus jauh dari Tuhan. Mengutip apa kata Harun Yahya, Humanis yang sejatinya paham atheis ini telah berhasil menipu ilmuwan, apalagi mahasiswa. Pada edisi berikutnya insya Allah akan penulis bahas.

Untuk lebih jeli memperhatikan pergerakan mereka, David Livingstone harus sampai menulis sebuah artikel monumental berjudul, Plato The Kabbalist. Disitu ia menulis bahwa harus menjadi keprihatinan kita bahwa gurita Filsuf Kabbalis seperti Plato ini telah menjadi pilar banyak doktrin yang telah melanda abad kedua puluh. Dan konyolnya, satu-satunya alasan dia telah mencapai reputasi besar adalah bahwa dalam rimba sejarah Barat dan Timur, tradisi okultisme Plato telah dianggap sebagai “godfather” dari berbagai doktrin, dan sebagai wakil besar dari orang-orang yang berhubungan dengan tradisi kuno Kabbalah.

Pada sisi lain, ajaran Kaballah tanpa terendus mata kemudian berkembang biak dengan baik dalam alam konspirasi keilmuan yang dilakukan Freemasonry (perkumpulan rahasia Yahudi). Padahal tradisi tersebut bertentangan dengan semangat ilmu, sebab tradisi Kabballah berasal dari peradaban jahiliah Mesir Purba, Yunani Purba, dan Rom yang telah membangun pra konsepsi akan sebuah atheisme sains. Di mana mereka yang seperti Fir’aun ini tidak mengakui wujud dari Allah S.W.T. Cara mereka untuk melanggengkan jaran ini adalah dengan membina Heliopolis dan Memphis di mana tempat ini adalah sumber ilmu pengetahuan dan sains. Nama-nama seperti Pythagoras, Plato dan Cicero adalah sederetan filsuf yang menyertai Freemason ketika itu.

Majalah Mimar Sinan menyatakan tanggungjawab Fir’aun adalah mencari cahaya yakni ilmu. Ketika itu anggota Freemason berusaha membina kuil Sulaiman untuk memuluskan misi-misinya. Kisah ini ternyata tertangkap basah dan diberi garis bawah dengan jelas oleh Al- Qur’an pada surah Az-Zukhruf, ayat 54-55

“Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik. Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut). “

Secara gamblang, historitas pergerakan mereka seperti yang diendus Al Qur’an berkembang dengan tujuan gerakan Freemasonry secara umum memiliki empat visi yakni, Menghapus semua agama. Menghapus sistem keluarga. Mengkucarkacirkan sistem politik dunia. Selalu bekerja untuk menghancurkan kesejahteraan manusia.

Perdebatan Pscyhe dalam Teologi Kristen


Yang menarik adalah bahwa istilah ideology Kaballah dalam Psyche Plato sebelumnya sudah menjadi perdebatan sengit dalam teologi Kristen. Dalam sebuah catatan dari Wisma Gembala, dikisahkan bahwa Pada 300 tahun sebelum kelahiran Kristus, Alexander Agung (Iskandar Agung), merambah dan menjajah banyak negeri. Dari Yunani dia bergerak menaklukkan seluruh Asia Barat, lalu menaklukkan Afghanistan, bahkan sempat memasuki India, sebelum penjelajahannya berakhir.

Selama ratusan tahun, negeri Israel berada di bawah penjajahan Yunani (sebelum penjajahan Romawi), sehingga pada masa Yesus, bahasa Yunani menjadi bahasa sehari-hari di Israel. Masuk jugalah budaya dan ajaran Yunani ke dalam pemahaman para pengajar Israel di kala itu.

Selanjutnya di catatan itu dijelaskan bahwasanya Guru-guru bangsa Yunani adalah ahli-ahli filsafat yang dihormati kendati mereka tidak mengenal dan tidak mengakui Tuhannya orang Yahudi. Mereka hanya mengakui dewa-dewi. Yang Maha Tinggi, dan mereka beri sebutan ‘Theos’.

Pada esensinya, Filosof Yunani menganut paham bahwa manusia terdiri atas dua bagian saja atau biasa disebut teori Manusia-2-unsur. Pertama, unsur yang kasat mata (baca: tubuh) dan unsur yang tidak-kasat-mata yang dalam filosofi Yunani kemudian disebut ‘psyche’ dan dalam bahsa Indonesia dikenal dengan aksioma jiwa. Paham filsafat Yunani ini mengajarkan lebih jauh bahwa ‘psyche’ adalah sesuatu yang abadi dan pasti tidak dapat binasa. Hal ini tertuang dalam buku “Memperkenalkan Theologia Perjanjian Baru” hlm.72 karangan A.M.Hunter yang menjelaskan bahwa:

“Berikutnya, Kebangkitan itu menunjukkan kekalahan maut. Ini memerlukan pendefinisian yang hati-hati. Mari kita menjelaskannya dengan mengatakan, bahwa orang Kristen pertama tidak mengatakan bahwa Kebangkitan itu suatu pembuktian dramatis kebenaran bahwa manusia tinggal hidup sesudah kematian: seolah-olah suatu bukti lagi yang ditambahkan kepada serentetan bukti-bukti tentang keabadian jiwa (suatu doktrin yang bukan Yahudi, melainkan Yunani).”

Dari sini kita menjadi paham bahwa dari pemikiran filsafat Socrates dan Plato (dua orang filosof Yunani) berkembanglah apa yang kita kenal selama ini, yakni Ilmu Psikologi! Wisma gembala menjelaskan bahwa sejatinya psikologi bukanlah sbeuah ilmu yang kita bayangkan sebelumnya. Selama ini kita mencicipi definisi psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu yang mempelajari perilaku dengan metode ilmiah. Namun sejatinya psikologi tak bisa berkelit ketika tertangkap tangan tengah mencoba melenyapkan Tuhan di dalam seluruh pengajarannya dan menjalankan nilai-nilai kebadian khas Kabbalis! Baik teori intelegensi, teori kepribadian, teori sosial, atau praktik konseling.

Itu memang menjadi keniscayaan hingga kini. Bayangkan Calvin Hall dan Gardner Lindzey saja dalam tiga jilid bukunya tak satupun merumuskan tiga aliran Psikologi yang menyertakan Tuhan dalam tampilan yang sebetulnya. Setali tiga uang, John Nevid dalam Psikologi Abnormal-nya pun demikian. Ivan Pavlov lebih gila lagi mencoba menyebut manusia sebagai binatang. Sigmund Freud? jangan ditanya, orang shalat saja dibilang sakit. Ini semua bermula dari gagasan materialisme dan humanisme yang dipelajari dan dipraktekan para psikolog terhadap pasien-nya dan konselor kepada anak didiknya.

Selanjutnya, dari fakta penjajahan Yunani ini serta fakta bahwa Perjanjian Baru awalnya di tuliskan di dalam bahasa Yunani, terjadilah perembesan paham. Menurut teologi Kristen inilah rupanya yang mengakibatkan masuknya istilah ‘psyche’ (Indonesia: ‘jiwa’) ke dalam Perjanjian Baru. Di dalam Perjanjian Baru, istilah ‘jiwa’ ditemukan dalam 34-ayat, tetapi yang paling tersohor adalah yang dianggap menopang Teori Manusia yang terdiri dari 3 unsur. Pertama dalam Matius .10:28

“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”

Dan kedua dalam Ibrani.4:12,

“Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”

Selanjutnya dapat diuraikan bahwa dalam waktu yang bersamaan, di Israel masih terpelihara pengajaran dari filsafat agama Yahudi, yang mengajarkan bahwa manusia terdiri atas dua bagian juga: bagian yang kasat mata (Indonesia: tubuh) dan yang tidak-kasat-mata (Ibrani: ‘ruach’; Indonesia: ‘roh’ atau ‘nafas-kehidupan’). Ini adalah Teori Manusia 2 unsur yang berasal dari Filosof Yunani, yang tidak mengakui hadirnya roh-roh. Dengan tidak mengakui adanya roh, ajaran ini juga tidak mengakui adanya Tuhan. Sebab Roh adaah bagian dari Tuhan.

Apa yang menjadi kekhawatiran para penganut Kristiani dalam melihat Psikologi sebenarnya tidak lepas dari andil ideologi humanisme yang mengklaim bahwa manusia bertanggung jawab besar terhadap keberadaannya. Kaum Kabbalis menolak intervensi Tuhan dan turut serta menyanjung Iblis sebagai alam yang membawa pencerahan atau akrab disebut dengan istilah Lucifer.

Kaum Kabbbalis mempercayai bahwa kekuasaan yang berasal dari cahaya, api dan matahari merupakan simbolisasi dari iblis. Namun tentunya mereka tampil tidak dengan rupa yang menakutkan, karena Lucifer kemudian melahirkan Illuminati yang berjalan dengan baju indah tapi bernama ideologi sains tanpa Tuhan.

Kesemuanya hadir atas nama ilmiah, demi sebuah objektifitas. Dan kita semakin mengerti bahwa istilah ilmu itu objektif dan mestilah empiric, lahir dari gagasan ini, termasuk psikotes yang sarat positivistik. Seperti yang sudah penulis uraikan, bahwa kesemua itu pada dasarnya adalah tipuan semata dan taktik bagaimana Barat ingin membunuh Tuhan tanpa meninggalkan jejak.

Dialektika Psyche dalam perdebatan teologi Kristen menjadi semakin menarik untuk diungkap, karena pada dasarnya Psyche ini memiliki andil terbesar untuk menjerumuskan kaum Kristiani dalam rimba sains minus Tuhan yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh Gereja.

Jika kita teliti mendalam, kekhawatiran itu sebenarnya tidak saja mendera Gereja. Kita bisa menyimpulkan bahwa Istilah Psyche inilah yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan Psikologi. Studi ilmu yang hakikatnya dalam Islam dinilai sebagai upaya mendekatkan kita kepada jalan takwa, diubah sedemkian rupa untuk menjatuhkan umat muslim pada lubang yang ditutupi daun bernama misi menghapus agama. Korbannya adalah kita-kita semua, murid kita, anak kita, dan lebih bahaya lagi masa depan serta akidah kita

Jalan terang dari Islam untuk melawan Hegemoni Yahudi

David Livingstone melihat doktrin Kabbala kepada hal yang lebih mendalam lagi. Bahwa filsafat yang kadung kita sebut sebagai pucuk ilmu, ternyata semata-mata merupakan perampasan ide-ide dari orang Majus Babel, yang pada gilirannya dipengaruhi oleh ide-ide Kabbalistik Yahudi awal.

Tanpa dinyana thesa Livingstone telah merasuk ke puluhan ribu fakultas dan jurusan Psikologi yang ada di dunia, termasuk seratusannya bercokol di Negara penduduk Muslim ini. Adnin Armas MA dalam sebuah kesempatan pada kajian keislaman di INSIST mengungkapkan sebuah fakta. Ia mengungkapkan sebuah perjalanan ilmu yang coba disangkutkan kepada Sistem Peradaban Yunani. Isitah-isitlah ilmu yang mestinya menjadi domain yang khas Islam, tak bisa dielakkan selalu dibenturkan kepada peradaban Yunani. Kita ketahui bersama bahwa isitlah segala ilmu dan peradaban kerap diacarikan akarnya dari peradaban Yunani, seperti contoh Demokrasi, dari kata Yunani Demos Kratos. Antropologi, anthropos dan logos. Padahal secara jujur filosofi yunani tidak menyumbangkan makna “Tuhan” bagi umat Islam. Cenderung merusak dan jauh dari harapan.

Ditambahkan oleh Armas, mengutip atas apa yang diteliti oleh Adi Setia dalam Thesisnya di ISTAC, Malaysia, bahwa peradaban Yunani ternyata tidak berdiri tunggal. Corak filsafat Yunani memiliki rumpun yang muaranya bisa “diprovokasi” pada pengaruh kuat peradaban Mesir Kuno. Sebuah peradaban yang sebelumnya telah eksis.

Balik kepada perdebatan awal, istilah Psyche yang diungkapkan oleh Plato, memang tidak hanya mengalami kecacatan ilmiah dalam literature saintifika, tapi juga menjadi semakin terang kekeliruannya ketika Islam ikut bermain untuk menjawab dalam carut marut ini. Dalam warisan epistemologi Islam, gagasan Psyche tidaklah menegasikan tentang arti Tuhan.

Pak Sukanto Mulyomartono dalam bukunya Nafsiologi Suatu Pendekatan Alternatif atas Psikologi, lebih khusus menampik aksara psyche dan menyebut psikologi dengan istilah baru, yakni “Nafsiologi.” Penggunaan istilah ini disebabkan objek kajian psikologi dalam Islam adalah al-nafs, yaitu aspek psikopisik pada diri manusia. Term al-nafs tidak dapat disamakan dengan term soul atau psyche dalam psikologi kontemporer Barat dan Plato, sebab al-nafs merupakan gabungan antara substansi jasmani dan substansi ruhani, sedangkan soul atau psyche hanya berkaitan dengan aspek psikis manusia.

Sukanto melanjutkan bahwa jika Psyche adalah simbiosa hasil pikiran manusia, maka nafsiologi membahas nafs yang pengertiannya diambil dari Al Qur’an. Abdul Mujib, Profesor Psikologi Islam dari UIN Jakarta, melihat bahwa nafs dalam konteks ini berarti psikofisik manusia, yang mana komponen jasad dan ruh telah bersinergi, tidak terpisah seperti apa kata Plato. Apabila ia berorientasi pada jasad, maka perilakunya akan buruk, tetapi apabila mengacu pada natur ruh kehidupannya akan menjadi baik. Pada momen ini manusia memiliki kebebasan berkehendak yang memungkinkan manusia secara sadar mengarahkan dirinya ke arah keluhuran dan kesesatan.

Berbeda dengan Psikologi modern saat ini, Islam membicarakan aspek-aspek dan perilaku kejiwaan manusia. Aspek-aspek kejiwaan dalam Islam berupa al-ruh, al-nafs, al-kalb, al-`aql, al-dhamir, al-lubb, al-fu’ad, al-sirr, al-fithrah, dan sebagainya. Masing-masing aspek tersebut memiliki eksistensi, dinamisme, proses, fungsi, dan perilaku yang perlu dikaji melalui al-Qur’an, al-Sunnah, serta dari khazanah pemikiran Islam.

Sejatinya, Islam tidak hanya menekankan perilaku kejiwaan, melainkan juga apa hakekat jiwa sesungguhnya. Sebagai satu organisasi permanen, jiwa manusia bersifat potensial yang aktualisasinya dalam bentuk perilaku sangat tergantung pada daya upaya (ikhtiyar)-nya. Dari sini nampak bahwa Islam mengakui adanya kesadaran dan kebebasan manusia untuk berkreasi, berpikir, berkehendak, dan bersikap secara sadar, walaupun dalam kebebasan tersebut tetap dalam koredor sunnah-sunnah Allah SWT. Gagasan seperti ini tidak ada dalam literature Barat.

Mujib menambahkan bahwa nafs mempunyai potensi gharizah yang dalam arti etimologi berarti insting, naluri, tabiat, perangai, kejadian laten, ciptaan, dan dapat dipecah menuju tiga bagian, yakni (a) qalb yang berkaitan dengan rasa atau emosi. (b) Akal yang berkaitan dengan cipta dan kognisi, dan (c) nafsu yang berhubungan dengan karsa atau konasi.

Satu hal yang membantah konsep psikologi saat ini, bahwa dalam Islam jiwa selalu mengakui adanya kebenaran dari Allah. Konsep fitrah yang menjadi trademark Islam dengan jelas disebut oleh al-Ghazali ketika mengurai nafs. Al-Ghazali menyatakan bahwa kalbu memiliki jiwa ruhani yang disebut kalbu ruhani. Karakteristiknya menurut al-Ghazali menarik untuk disimak:

1. Ia memiliki insting yang disebut annur al ilahi (cahaya ketuhanan) dan al bashirah al bathiniah (mata batin) yang memancarkan keimanan dan keyakinan.

2. Ia diciptakan oleh Allah sesuai dengan fitrah asalnya dan berkecendrungan menerima kebenaranNya.

Dengan konsep fitrah, Islam memandang bahwa semua manusia adalah baik dan manusia selalu ingin kembali kepada Kebenaran Sejati (Allah). Ini dipertegas dalam al-Qur’an, surat al A’raaf/7: 172.

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)",

Plato juga tidak bisa menampik bahwa Ruh adalah elemen yang penting dalam skala jiwa manusia. Dimana Ruh adalah nyata sesuai yang tertuang dalam Al Qur’an.

“Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat."(Surat At Tahrim ayat 12)

Para ulama klasik juga menyusuri gagsan tentang Ruh dalam struktur kehidupan manusia. Ibnu Taimiyyah, misalnya menyatakan bahwa kata al-ruh juga digunakan untuk pengertian jiwa (nafs). Ruh yang mengatur badan yang ditinggalkan setelah kematian adalah ruh yang dihembuskan ke dalamnya (badan) dan jiwalah yang meninggalkan badan melalui proses kematian. Ruh yang dicabut pada saat kematian dan saat tidur disebut ruh dan jiwa (nafs). Begitu pula yang diangkat ke langit disebut ruh dan nafs. Ia disebut nafs karena sifatnya yang mengatur badan, dan disebut ruh karena sifat lembutnya. Kata ruh sendiri identik dengan kelembutan, sehingga angin juga disebut ruh.

Sedangkan Ibnu Qayyim al-Jauziyah menggunakan istilah ruh dan nafs untuk pengertian yang sama. Nafs (jiwa) adalah substansi yang bersifat nurani ‘alawi khafif hayy mutaharrik atau jism yang mengandung nur, berada di tempat yang tinggi, lembut, hidup dan bersifat dinamis. Jizm ini menembus substansi anggota tubuh dan mengalir bagaikan air atau minyak zaitun atau api di dalam kayu bakar. Selama anggota badan dalam keadaan baik untuk menerima pengaruh yang melimpah di atasnya dari jism yang lembut ini, maka ia akan tetap membuat jaringan dengan bagian-bagian tubuh. Kemudian pengaruh ini akan memberinya manfaat berupa rasa, gerak dan keinginan.

Di dalam ayat yang lain, Allah menyebut Al-Qur’an dengan ruh, dan salah satu makna ruh di sini adalah segala yang menjadikan hati hidup penuh dengan makna. Sebagaimana halnya tubuh, jika di dalamnya ada ruh maka dia akan hidup dan jika ruh keluar dari badan maka dia akan mati. Allah SWT berfirman, yang artinya:

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (wahyu/Al-Qur’an) dengan perintah Kami.Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al-Kitab (Al-Qur’an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.،¨ (QS. Asy-Syuraa: 52)

Sayyid Quthb juga mendelegasikan pandangannya tentang penamaan Al-Qur’an dengan ruh berdasarkan firman Allah: “(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai ‘Arsy, Yang memberi ruh dengan (membawa) perintahNya kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).” (QS. Ghafir: 15) Redaksi yang digunakan dalam ayat ini mengisyaratkan dua hal: pertama, bahwa wahyu (Al-Qur’an) adalah ruh dan kehidupan bagi manusia, tanpa ruh ini manusia tidak akan bisa hidup dengan baik dan benar.

Kedua, bahwa wahyu itu turun dari tempat yang tinggi kepada siapa yang dipilih dari hamba-hamba-Nya. Redaksi ini bertepatan dengan sifat Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Dengan begini gagasan Plato tentang Psyche dan Psikologi jelmaan Kaballah saat ini menjadi terbantahkan. Hegemoni kaballah dalam epistemology Psikologi mengalami dua problem vital yang harus menjadi pusat perhatian para ilmuwan Muslim. Pertama karena gagasan psyche Plato dan derivate psikologi saat ini menggiring opini kita untuk mengingkari keberadaan Tuhan, dan lebih-lebih tidak hanya itu psikologi saat ini mencoba membunuh Tuhan serta mempromosikan nilai-nilai Kaballah.

Kedua, warisan Kaballah mencoba melanggengkan determenisme materi asbolut yang tidak diciptakan dari ketiadaan, tapi sudah ada. Ini berbenturan dari konsep manusia dalam Islam bahwa manusia diciptakan dari ketiaadaan. Al Ghazali dalam Kitab Kimiatus Sa’adahnya sampai harus mengingatkan perkara seperti ini dalam Bab Marifatullah-nya dengan sebuah ayat,

Tidakkah manusia tahu bahwa sebelumnya ia bukan apa-apa (76: 1)

Dengan melihat persekongkolan jilid awal dalam psikologi ini, tentunya hegemoni Yahudi belumlah usai, masih banyak derivate dari nilainya yang berkamuflase dalam psikologi dan konseling kedepannya. Semangat untuk melawannya haruslah menjadi ijtihad semua umat muslim, baik mahasiswa, dosen, akademisi, ulama, dan sebagainya.[]

Sumber:http://www.suara-islam.com/news/kajian-dan-dakwah/freemasonry /756-mengungkap-doktrin-yahudi-dalam-ilmu-psikologi




















Read more...

Kamis, 06 Mei 2010


Read more...

Rabu, 05 Mei 2010

Riwayat Kalender Masehi


“Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu dapat mencari karunia dari Rabbmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas” (QS. al-Isra’: 12).

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di atas telah menjelaskan kepada manusia, bahwa Dialah Yang Maha Pencipta dan Maha Pengatur alam semesta seisinya dengan sempurna dan teratur, termasuk tentang waktu. Manusia dengan akal karunia-Nya telah mampu mengetahui waktu: jam, hari bulan, tahun. dan menyusunnya menjadi organisasi satuan-satuan waktu yang disebut penanggalan atau kalender.

Kalender sebagai hasil budaya manusia berguna dalam penentuan waktu bercocok tanam, berlayar, berburu, bermigrasi, beribadah dan hari-hari besar keagamaan. Ada dua macam tahun kalender di dunia saat ini, yaitu menggunakan perhitungan sistem matahari dan sistem bulan.

Pertama, berdasar putaran bumi mengitari matahari. Rotasi bumi pada porosnya sehari dalam 23 jam 56 menit 1 detik atau dibulatkan menjadi 24 jam. Peredaran bumi mengitari matahari dalam setahun 365, 2422 hari. Cara perhitungan waktu edar bumi mengelilingi matahari ini disebut Kalender Syamsiyah, (solar calendar).

Sistem kalender matahari, mulai dikenal dan diawali oleh bangsa Mesir 4236 SM; setahun terdiri atas 12 bulan, tiap bulan 30 hari, ditambah 5 hari raya agama. Bangsa Indian Maya, Olmec dan Aztec di Mexico menggunakannya sejak 580 tahun SM. Kelebihan kalender matahari ketepatannya dengan perubahan musim. Sistem inilah yang dipakai dasar kalender Masehi.

Pada masa kerajaan Jawa ada kalender yang disusun oleh Prabu Aji Saka sejak 14 Maret 78 M, disebut Tahun Saka. Sekarang masih dipakai masyarakat Hindu Bali. Sultan Agung Anjokrokusumo (Sri Sultan Muhammad) pada tahun 1555 Saka mengubah perhitungan kelender Saka disesuaikan dengan sistem bulan/qamariyah atau Hijriyah 1043 H bertepatan 1633 M, namun tahunnya tetap 1555 Saka. Putaran tahunnya diubah dengan istilah windu (8 tahun), dengan hitungan setahun qamariyah 354 3/8 hari. Jadi, setiap 8 tahun ada 3 tahun panjang (355 hari) dan 5 tahun pendek (354 hari).

Kedua, berdasar waktu edar bulan mengelilingi bumi, dari bulan sabit ke bulan sabit berikutnya dihitung 1 bulan, rata-rata 29,5 hari. Satu tahun Qamariyah 354 hari 8 jam 48 menit; dihitung dari hadirnya 12 kali bulan sabit. Perhitungan waktu cara ini disebut Kalender Qamariyah, (lunar calendar), sebagai sistem penanggalan paling tua. Keunggulan kalender bulan, yakni tanggalnya mudah diketahui dari perubahan bentuk bulan. Sistem inilah yang dipakai dalam kelender Hijrah atau Hijriyah.

Kalender Masehi/Miladiyah
Kalender yang dipakai sekarang berasal dari bangsa Romawi. Pada waktu Julius Caesar menjadi anggota Pontifex Maximus, dibantu Sosigenes, pakar astronomi dan matematik dari Yunani memelajari penanggalan berdasar musim (matahari) di Mesir. Asalnya kalender Romawi dengan sistem bulan kemudian diubah menjadi sistem matahari/syamsiyah, pada tahun 47 SM. Setahun terdiri atas 365 hari lebih 6 jam atau 365 ¼ hari. Setiap 4 tahun dijadikan tahun kabisat, yakni dengan menambah satu hari pada bulan terpendek (Februarius). Bulan Februari yang berumur 28 hari, ditambah satu hari menjadi tanggal 29.

Senat Romawi mengabadikan nama Julius sebagai ganti nama bulan ketujuh (sebelumnya Quintilis), sebagai penghormaan atas jasa Julius Caesar. dan disebut kalender Julian. Selanjutnya, Kaisar Augustus merevisi tahun kabisat sejak 8 SM – 8 M. Nama bulan Sextilis diganti menjadi Augutus, dan umur bulan menjadi 31 hari. Umur bulan ada yang 31 hari, yaitu Januarius, Martius, Maius, Julius, Augustus, October dan December; lainnya berumur 30 hari, kecuali Februari pada tahun biasa 28 hari dan pada tahun kabisat berumur 29.

Riwayat Nama 12 Bulan 7 Hari
Nama-nama bulan dan hari pada kalender Masehi diambil dari kepercayaan Romawi Kuno. Januari dari nama dewa Janus (dewa bermuka dua, wajahnya menghadap ke muka dan sebelah ke belakang). Februari dari bahasa Latin Februo, artinya menyucikan jiwa atau upacara membersihkan jiwa bangsa Romawi. Maret dari nama Mars (dewa perang). April dari bahasa Latin Aperto, artinya terbuka, terkembang. Disebut juga Easter, nama dewa musim panas. Mei dari nama Maia yakni putri dewa Atlas. Juni dari nama Juno, salah satu dewa Romawi. Juli dari nama Julius Caesar, atas jasanya menyusun kalender Masehi. Augustus dari nama Kaisar Augustus, yang telah menyempurnakan tahun kabisat.

Selanjutnya September dari bahasa Latin sextilis (tujuh), asal nama bulan ketujuh, berubah menjadi nama bulan kesembilan.. Perubahan nama tersebut menjadi salah kaprah dalam penyebutan bulan selanjutnya. Octo, Novem dan Decem (bahasa Latin, artinya 8,9, 10). Akhirnya diubah menjadi nama bulan kesepuluh, kesebelas dan kedua belas.

Kaisar Constantinus sebagai Kaisar Romawi pertama beragama Kristen, pada tahun 321 M, mengenalkan nama-nama hari dalam 7 hari. Disandarkan pada kepercayaan Kristen bercampur kepercayaan Yahudi dan Romawi Purba. Sebetulnya pembagian sepekan dalam tujuh hari dilakukan oleh bangsa Assyria (Irak Utara) dan Yahudi di Timur Tengah. Mereka percaya bahwa tujuh benda langit berpengaruh pada kehidupan di bumi.

Pengaruh benda langit itu berganti dari jam ke jam dari yang terjauh Saturnus sampai yang terdekat, yakni bulan. Oleh sebab itu hari pertama disebut Saturday (hari bintang Saturnus). Memang, bila kita hitung mundur sampai tahun 1 Masehi, maka tanggal 1 Januari bertepatan pada hari Sabtu.

Pengaruh benda langit pada jam kedua Jupiter lalu disusul Mars, Matahari, Venus, Merkurius dan Bulan, Saturnus dan seterusnya berulang. Jam pertama berikutnya dipengaruhi matahari, dalam bahasa Inggris disebut Sunday (hari matahari). Monday (hari bulan), Tuesday dari Tyr, dewa perang. Wednesday dari Woden, dewa suci. Thursday, dari nama dewa Thor (dewa halilintar) dan Friday dari Freya yakni dewa perkawinan.

Adapun kalender atau tarikh Masehi yang dipakai dewasa ini tahun pertamanya dimulai dari tahun (yang dianggap) kelahiran Isa al-Masih; yang diputuskan oleh Pimpinan gereja Roma, Dyonsius Exiguus pada tahun 525 M. Disebut kalender Masehi artinya kalender yang disusun oleh pemimpin agama Kristen, berdasar keyakinan agama Kristen.

Pada masa Paus Gregorius VIII dilakukan koreksi lagi terhadap kalender Julian. Paus dibantu Lilio Ghiraldi alias Aloysius Lilius (ahli astronomi dan fisika) dan Christoper Clavius (ahli matematika). Mereka menghitung siklus matahari, diketahui secara akurat bahwa satu tahun lamanya 365,242199 hari (365 hari, 5 jam, 48 menit, 46 detik). Padahal, pada kalender Julian 365 ¼ hari (365 hari, 6 jam). Jadi perbandingan keduanya selisih 11 menit.

Paus Gregorius memutuskan untuk mengurangi kalender Julian, bahwa bulan Oktober 1582 akan dikurangi 10 hari. Jadi, ketika hari Kamis tertanggal 4 Oktober 1582, maka besoknya (bukan tanggal 5 Oktober) tetapi ditetapkan menjadi tanggal 15 Oktober. Tahun kabisat tidak berdasar rumus angka tahun dibagi empat, tetapi dihitung bila angka tahun habis dibagi 400. Misalnya tahun 1400 bukan tahun kabisat; justru tahun 1600 menjadi tahun kabisat, karena 1600 habis dibagi 400.

Penanggalan ini diberi nama Kalender Gregorian. Awalnya hanya dipakai terbatas di kalangan penganut Katolik Roma. Kemudian diikuti Spanyol, Portugis, Jerman, Belanda dan Perancis. Penganut Protestan menggunakan kalender ini sejak tahun 1700.

Ratu Elizabeth I memerintahkan penerbitan kalender di London tahun 1571 oleh Watkin’s & Robertts. Inggris dan koloninya di Amerika baru tahun 1752 mengikuti kalender Gregorian, dengan merevisi 11 hari, bahwa tanggal 2 September esoknya dinyatakan 14 September 1752. George Washington yang lahir 11 Februari 1731 (1742 ?), setelah tahun 1752 hari ulang tahunnya berubah menjadi 22 Februari.

Di Amerika berkembang penerbitan almanac, yang memuat himpunan informasi, hari, pecan, bulan, tahun, waktu terbit matahari dan bulan, info astronomi, kewilayahan, data sejarah, ramalan hari baik, buruk dan sebagainya. James, saudara Benyamin Franklin menerbitkan almanac tahun 1728. Tahun 1752 Benyamin Franklin menerbitkan “Poor Richard Almanac”. Setidaknya 25 tahun karya itu amat laris di pasaran dan menjadi sumber kekayaan serta pengaruh Yayasan Franklin.

Perancis menggunakannya sejak 1582, tetapi saat Revolusi Perancis berganti Kalender Revolusi 24 November 1793. Napoleon Bonaparte menggantinya dan kembali menggunakan kelender Gregorian di depan Senat tanggal 9 September 1805.

Jepang tahun 1873, dengan angka tahun kalender Jepang yang disebut Syowa. Rusia sejak tahun 1918, kemudian diganti Kalender Revolusi Bolsheviks. Tahun 1940 kembali menggunakan kalender Gregorian.

Cina tahun 1912, tetapi tetap menggunakan perhitungan gabungan sistem bulan-matahari, yakni kalender qamariyah dengan memperhitungkan musim. Kalender Cina ada tahun matahari (Yang-lek) dan tahun bulan (Im-lek). Tak heran, bila tahun baru Imlek ditandai hujan, karena memang dihitung berdasar sistem musim tadi. Yunani menggunakannya sejak tahun 1924 dan Turki sejak 1927 semasa Kemal Ataturk.

Kalender Julian telah mengalami beberapa perubahan. Kalender Gregorian dari nama Paus Gregorius dengan Tahun Masehi inilah yang kini menjadi penanggalan internasional berlaku di seluruh dunia.

Kalender Indonesia

Penerbit Balai Pustaka pernah menerbitkan Almanak Rakyat bertajuk Volk Almanak, berbahasa Melayu/Indonesia dan berbahasa daerah Jawa, Sunda dan lainnya. Pihak swasta juga aktif menerbitkan. Misalnya, Almanak Nasional, tahun 1951. Dalam bahasa Jawa, ada Almanak Maha Dewa, 1951 dan Almanak Dewi Sri, 1971, Penerbit UP, Yogyakarta. Di Banda Aceh diterbitkan Almanak Umum tahun 1959, oleh penerbit Atjeh Press Service.

Dalam kalender berbahasa Indonesia penamaan bulan mengikuti Masehi, tetapi nama hari mengikuti urutan angka Arab. Ahad/Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at dan Sabtu. (Ahad, Isnain, Tsulatsa, Arba’ah, Khamsah, Sittah (Jum’ah), dan Sab’ah). Hari keenam mendapat nama khusus dari Allah, agar kaum muslimin menunaikan ibadah berjama’ah (QS Jum’ah: 9).

Penamaan hari Minggu dari bahasa Portugis Dominggo artinya hari Tuhan, yakni berkenaan dengan kepercayaan penganut Kristen bahwa pada hari itu Tuhan Pencipta alam beristirahat dan pada versi lain sebagai hari Yesus bangkit.

Demikian sekilas riwayat kalender Masehi, disusun berdasar kepercayaan Mesir Purba, Romawi Purba, yang dirumuskan (diubah dari sistem bulan ke sistem matahari) oleh Julius Caesar dan pakar astronomi. Kaisar Constantinus memasukkan nama hari yang diserap dari kepercayaan rakyat Mesir Purba dan Romawi Purba, Kristen dan Yahudi. Paus Gregorius telah menyempurnakannya dan dipakai oleh masyarakat dunia. Penggunaan kalender Masehi dibuat untuk kepentingan kepercayaan agama Kristen: tentang hari lahir al-Masih, Paskah, kebangkitan Yesus.

Setiap muslim hendaknya dapat teliti dalam kehidupan sehari-harinya. Bahwa nama bulan pada kelender Romawi, ternyata dipengaruhi kepercayaan masa purba yang tidak sesuai dengan aqidah tauhid. Yang benar dapat diambil, yang batil ditinggalkan.***

Sumber: http://www.voa-islam.com/lintasberita/suaraislam/2009/12/31/2325/riwayat-kalender-masehi/



Read more...

Awas! Kristen Berani Bikin Formasi Pedang-Salib di Masjid Agung Bekasi

BEKASI (voa-islam.com) –Belum reda panasnya penghujatan terhadap Islam di blog Bellarminus, sepekan kemudian, Kota Patriot Bekasi kembali dihadiahi adegan SARA. Di Masjid Agung Bekasi, mereka membuat formasi pedang salib dan mahkota paus. Padahal masjid terbesar di Bekasi ini adalah simbol kewibawaan umat Islam se-Bekasi. Simbol umat Islam pun ternoda.

Insiden SARA ini terjadi dalam Karnaval antinarkoba Bekasi yang digelar dalam rangka Hari Pendidikan Nadional (Hardiknas) hari Ahad (2/5/2010). Karnaval yang digelar oleh Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi itu dimulai dari Gor Bekasi menuju alun-alun, melewati masjid Al-Barkah, lalu finish di Kantor PMI Bekasi.

Menurut Benny Tunggul, Koordinator Lapangan Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi, para peserta karnaval berasal dari sekolah-sekolah se-Bekasi.

“Ini dalam rangka Hardiknas, kita melakukan karnaval Bekasi bebas narkoba. Kita harapkan semua generasi muda perang terhadap narkoba,” kata Benny di halaman kantor PMI Bekasi, Ahad (2/5/2010).

Mulanya pawai yang diikuti sekira dua ratusan peserta itu berlangsung biasa saja. Pada barisan depan diawali dengan marching band berseragam biru muda. Di bagian punggungnya terdapat logo Yahudi, yaitu bintang david.

Kemudian disusul dengan barisan siswa anak-anak SD dengan membawa panji-panji kristiani bertuliskan: Elshadai, Adonai, Yehova Rapha, Yehova Shalom, Yehova Nissi, Yehova Shammah, dll. Ada juga bendera putih dalam ukuran besar bergambar bintang david (david star).

Seorang peserta lainnya, membawa bendera oranye dalam ukuran besar bertuliskan “Jawa Barat,” disertai gambar pedang terhunus yang mengeluarkan api. Pada bagian atas, nampak gambar seekor maung (singa) yang dipenggal dengan sebilah pedang, lalu di bagian paling atas ditampakkan logo bintang david.

Sekitar pukul 8.30 pagi, ketika melewati alun-alun, tepat di masjid Al-Barkah, beberapa peserta karnaval berbuat ulah. Padahal di dalam masjid terbesar sekota Bekasi itu sedang dilangsungkan akad nikah, seorang qori sedang membacakan tiwalah Al-Qur'an.

Tiba-tiba, lima orang peserta karnaval berdandan kristiani itu memasuki pelataran masjid. Spontan, beberapa orang yang terusik, terutama petugas sound system berhamburan keluar, ingin menyaksikan apa yang sedang terjadi.

...lima orang peserta karnaval berdandan kristiani itu memasuki pelataran masjid. Mereka berbaris menghadap pintu utama, membentuk formasi Salib dengan tongkat dan pedang putih...

Ternyata, tepat di depan pintu utama masjid, lima orang itu berbaris menghadap kiblat membentuk formasi “Mahkota Paus dan Salib.”

Orang paling depan, seorang laki-laki dari etnis China membawa replick Tiara (mahkota) Paus berwarna ungu. Mahkota paus itu diletakkan di atas talam yang dihiasi dengan kain beludru warna ungu. Orang kedua yang berdiri di belakangnya mengacungkan tongkat ke atas. Di belakangnya lagi, seorang berpakaian ala tentara Romawi, menyilangkan pedang imitasi berwarna putih. Gabungan antara tongkat dan pedang itu membentuk tanda salib.

Para saksi mata maupun petugas masjid yang melihat pemandangan itu dari teras masjid, spontan menangkap bahwa itu adalah formasi Salib.

“Pas saya lihat gitu, kaget saya. Dah, ini mah salib!” kata Iskandar, seorang petugas.

Sementara dua orang rekannya tidak ikut membentuk formasi Salib, mereka membawa tas sambil membagi-bagikan souvenir berupa gantungan kuci, cincin dan gelang karet bertanda mahkota salib dengan tulisan “Joel Generation.”

Kelima orang itu membubarkan diri bergabung dengan peserta karnaval lainnya, setelah ditegur dengan nada membentak oleh petugas masjid.

“Pas bagi-bagi gitu saya tanya, ini apa-apaan ini! Dia bilang, ini pak cinta Bekasi. Saya bentak lagi, nah kok begini! Terus mereka bubar,” jelas dia.

Sementara di trotoar dekat pagar masjid, para peserta karnaval membagi-bagikan souvenir dan kue kepada siapa saja yang ditemuinya. Mereka mengucapkan “Semoga Bekasi sejahtera, Yesus baik.” Peserta pawai lainnya membawa ember warna emas berisi air. Wanita muda itu memercikkan air kepada orang-orang yang menonton pawai di pinggir jalan.

Tiba-tiba, seorang petugas masjid diperciki dari kepala sampai kaki, seolah sedang melakukan ritual ‘baptis percik.’ Sejurus kemudian, petugas masjid yang tidak melakukan perlawanan itu dipeluk dan didoakan oleh tiga orang.

“Seakan-akan mereka ingin membabtis gitu. Teman saya dicipratkan air di kepala, badan sampai kaki gitu. Lalu dipeluk sambil didoakan ama dia,” kisah seorang petugas masjid.

Tak ingin terjadi sesuatu yang melanggar akidah, maka para petugas masjid lainnya segera bertindak dengan menarik sang petugas sembari mengusir tiga orang Kristen yang dicurigai sebagai penginjil itu.

“Kami takut mereka membaptis gitu, maka kami langsung tarik saja. Saya bentak ‘maksudnya apa ini pak!!’ akhirnya mereka langsung pergi,” paparnya.

Saat diminta tanggapannya mengenai insiden bernuansa SARA di pelataran Masjid Agung Bekasi itu, Christopher, panitia karnaval membantahnya.

“Dalam hal ini nggak ada yang seperti itu. Kami hanya karnaval saja,” sangkalnya.

Mengenai adanya peserta karnaval yang melakukan insiden di masjid, ia mengatakan akan melakukan koordinasi dengan para panitia yang lain.

“Nanti saya akan koordinasi” pungkasnya.

Lecehkan Simbol Muslim, Kristen Tantang umat Islam

Orang yang paling geram terhadap insiden SARA di halaman masjid itu adalah Ustadz Muhammad Romdhon. Karena saat itu ia sedang menjadi saksi pernikahan salah seorang santrinya di Masjid Agung. Prosesi pernikahan terganggu oleh insiden itu. Ia semakin geram, karena para pelaku mengaku karnaval itu sudah diizinkan oleh Walikota Bekasi, Mochtar Mohammad.

“Ya, kalau hal ini dilakukan di terminal, di pasar, di stasiun atau tempat umum mungkin tidak masalah. Tapi ini di tempat ibadah kita. Mereka berani berbuat seperti itu, itu kan menantang,” ujarnya geram.

Menurut Romdhon, tindakan SARA yang dilakukan oleh para aktivis Kristen di Masjid Agung itu berarti menantang umat Islam seluruh Bekasi.

“Ini kan Masjid Agung, simbol dan lambangnya Islam di Bekasi. Maka harga diri kita ditantang untuk menghadapi mereka,” tegasnya.

Romdhon juga mempertanyakan alasan peserta karnaval seperti itu sudah diizinkan oleh walikota.

“Mereka mengatakan ini atas izin walikota. Maka kita tandaskan ke walikota, apa benar begitu yang diizinkan,” pungkasnya.

Henteu jeulas, iring-iringan nu temana "Bekasi Anti Narkoba" eta, anti naon? Anti Narkoba atawa anti Islam, euy? [taz]

pemilik blog: Masalahnya hal ini tidak ada berita di televisi dan para tokoh islam, terutama yang sudah mapan dan terkenal di dunia mengajarkan umatnya untuk toleran, damai, dan tidak terprovokasi. Padahal itu bertentangan dengan hukum fusika, ada aksi maka seharusnya ada reaksi yang sesuai. bahkan seharusnya lebih.

Sumber: http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/05/04/5685/awaskristen-berani-bikin-formasi-pedang-salib-di-masjid-agung-bekasi/




Read more...

Mau Jakarta Bebas Miras? Tapi Pemprov DKI Punya Saham di Pabrik Bir!

JAKARTA (voa-islam.com) – Dari pabrik minuman keras Anker Bir, Pemprov DKI mendapatkan keuntungan dividen tunai tahun buku 2009 sebesar senilai Rp 35,5 miliar. Karena Pemprov DKI adalah pemegang saham Angker Bir sebesar 23,34%. Mungkinkah DKI bersih dari miras?

Kepemilikan saham Pemda DKI sudah ada sejak tahun 1970. Jumlah saham di PT Delta Jakarta Tbk, (DLTA), produsen minuman beralkohol bermerek Anker Bir, mencapai 20%. Saham ini merupakan limpahan saham 40% dari nasionalisasi penanam modal asing di perusahaan tersebut. Dari pemerintah pusat diteruskan ke Pemda DKI.

Sejak tahun 2005, saat Gubernur DKI dijabat oleh Sutiyoso, Pemprov DKI menolak untuk melepaskan sahamnya di Delta Djakarta meskipun perusahaan ini merupakan produsen minuman beralkohol. (wep/dnl)

Perkembangan berikutnya, hingga akhir tahun 2009, Pemda DKI tercatat memiliki saham sebanyak 3.736.920 saham Anker Bir atau setara dengan 23,34% saham dari total saham yang beredar, 16,013 juta lembar.

Pada tahun 2009 tersebut, perseroan mencatat laba bersih Rp 126,50 miliar atau naik dari posisi tahun lalu Rp 83,75 miliar. Penjualan mencapai Rp 740,68 miliar, dengan beban pokok penjualan mencapai Rp 401,524 miliar.

Dengan demikian, pada tahun buku 2009 Pemprov DKI akan mendapat keuntungan dividen tunai dari pabrik miras bermerk Anker Bir, senilai Rp 35,5 miliar. Dividen per saham Anker Bir ditetapkan sebesar Rp 9.500 per saham.

…Pemprov DKI akan mendapat keuntungan dividen tunai dari pabrik miras bermerk Anker Bir, senilai Rp 35,5 miliar…

Menurut Direktur Keuangan DLTA, Afrijanto rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen senilai Rp 9.500 per saham atau totalnya sebesar Rp 152,125 miliar. Pembagian dividen dijadwalkan pada 18 Juni 2010.

"Dividen akan dibagikan 18 Juni 2010 sebesar Rp 9.500 per saham atau naik tiga kali lipat dibanding tahun lalu Rp 3.500 per saham. Saham yang beredar sampai akhir tahun sebanyak 16.013.181 lembar," ujarnya usai RUPST DLTA di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (29/4/2010).

Selama kuarta I tahun 2010, Anker Bir mampu menjual minuman beralkohol sebanyak 20 juta liter atau naik lebih dari 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pemprov DKI tetap mempertahankan porsi sahamnya di pabrik bir.

Pemerintah Provinsi DKI tetap akan mempertahankan porsi sahamnya di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) sebagai produsen Anker Bir sebanyak 23,34% atau setara dengan 3,736 juta lembar saham, meskipun beberapa tahun sempat banyak desakan untuk melepasnya.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan PT Delta Jakarta Tbk Afrijanto saat ditemui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (29/4/2010).

"Dari perwakilan Pemda yang hadir dalam rapat tadi disampaikan memang Pemda ingin melepas saham di beberapa anak usaha, namun tidak dengan Delta. Jadi mereka tetap mempertahankan, karena tadi ada pemegang saham lain yang bertanya," ungkapnya. [taz/dtk, bisnis]

Sumber: http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2010/04/30/5638/mau-jakarta-bebas-mirastapi-pemprov-dki-punya-saham-di-pabrik-bir/



Read more...

Dapatkah Komputer Cerdas Menggantikan Kecerdasan Manusia?

Kecerdasan adalah kemampuan untuk menyelesaikan segala pekerjaan yang sulit dilakukan dan memecahkan segala permasalahan. Manusia yang cerdas dapat menyelesaikan permasalahannya karena hasrat ingin mengetahui sesuatu. Dengan belajar manusia perlahan -lahan membangun mimpinya untuk meraih sesuatu dan membuat segala macam jenis peralatan. salah satu hasil karya manusia adalah komputer, komputer pada awalnya dibuat berhubungan dengan ilmu matematika, suatu alat yang digunakan dalam pekerjaan matematis. Komputer zaman sekarang telah merambah ke segala bidang kegiatan manusia dan ilmu komputer terus berkembang seperti tidak ada ujungnya.

apakah itu komputer cerdas? yaitu kecerdasan yang dimiliki manusia di masukan ke dalam komputer agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan manusia yang disebut sebagai kecerdasan buatan(artificial intelligence). Kecerdasan buatan ini merupakan bagian dari cabang ilmu komputer yang tujuannya untuk membuat mesin menjadi lebih pintar dan bermanfaat untuk manusia. Bagian penelitian (artificial intellegence) disingkat AI adalah games, natural language, robotik dan expert system.

Games dibuat dengan berbagai peraturan yang di lakukan oleh programmernya untuk memberikan hiburan dan bahkan kini di gunakan di dalam dunia pendidikan, seperti dalam ilmu matematika. matematika adalah ilmu yang sangat dihindari oleh kebanyakan siswa, dengan kemasan permainan (games) diharapkan siswa menjadi tertarik dan menyukai ilmu matematika.

Natural language suatu tekhnologi yang memberikan kemampuan kepada komputer untuk dapat memahami bahasa manusia, sehingga pengguna komputer dapat berkomunikasi dengan komputer, contohnya pengguna dapat memberikan perintah untuk menjalankan tugasnya di komputer dan sekarang bahasa bukan lagi menjadi masalah yang signifikan untuk berkomunikasi antar individu. Di internet kita bisa menggunakan google translate untuk mengerti tulisan dari bahasa yang tidak kita kuasai.

Robotik suatu tekhnologi yang dibuat untuk segala keperluan manusia dan menggantikan peran manusia yang bersifat sulit, membahayakan dan lain sebagainya. salah satu contohnya robot untuk menjelajah planet mars, untuk menjinakan bom bahkan mengganti peran resepsionis.

Expert system (sistem pakar) suatu perangkat lunak komputer yang berisi pengetahuan para pakar di bidang ilmunya masing-masing yang disimpan ke dalam komputer untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang spesifik dan menghemat waktu dan dapat di gunakan oleh individu yang bukan pakar tapi cukup tahu dasar menjalankan program yang telah di buat. Salah satu contoh sistem pakar yaitu digunakan dalam menghitung pajak, mendiagnosis penyakit, dan yang sangat terkenal saat garry kasparov seorang juara dunia catur melawan komputer yang di beri nama deep blue. Komputer deep blue itu itu memiliki pengetahuan jutaan langkah- langkah catur, mulai dari pembukaan, permainan tengah sampai permainan akhir.

Kesimpulan: Bagaimana pun hebatnya kemampuan komputer dari penjelasan di atas tentunya semua itu dirancang oleh manusia dan jika ada pertanyaan dapatkah komputer cerdas menggantikan kecerdasan manusia? maka tentunya tidak karena komputer cerdas itu dibuat oleh kecerdasan manusia. Komputer itu cerdas saat diberikan perintah oleh pengguna komputer itu sendiri.Komputer itu sendiri bersifat statis dan manusia sangat dinamis. Komputer hanya menjalankan apa yang sudah disimpan dan tidak memiliki kemampuan untuk menilai, merasa mengambil kesimpulan yang bersifat emosional.

Read more...

Selasa, 27 April 2010

FACEBOOK SEBAGAI MEDIA BISNIS

Facebook merupakan website social networking yang menekankan dalam membangun jejaring pertemanan di dunia internet. Ada istilah banyak teman ada kesempatan untuk mempromosikan apa yang kita miliki. melalui Facebook anda dengan mudah memperoleh teman, bahkan teman semasa sekolah yang telah lama tidak berjumpa, sampai dengan teman dari teman, teman sekerja, atau teman yang ada daftar emailnya pada akun email anda, semuanya didukung oleh Facebook.

Pesatnya perkembangan Facebook ini dapat dimaklumi. Dari berbagai situs layanan sosial yang bertebaran di internet, Facebook menawarkan berbagai kelebihan dibandingkan dengan rekan-rekan sejawatnya sesama situs layanan sosial. Dan kelebihan-kelebihan inilah yang bisa kita manfaatkan untuk segala keperluan kita, termasuk untuk kegiatan bisnis. Perusahaan-perusahaan besar kini bukan hanya menggunakan media Mainstream (TV, radio dan media cetak) untuk beriklan atau menciptakan Brand. Penciptaan Brand dan strategi pemasaran kini merambah ke website yang interaktif dan seringkali dipadukan dengan media sosial semacam Facebook. dimana kita dapat melihat iklan perusahaan di sisi kanan tampilan facebook maupun di dinding status update yang di tampilkan oleh teman kita.

Saya gunakan internet untuk pertemanan dan juga untuk menghasilkan uang. salah satu kegiatan bisnis saya di internet dengan mengikuti berbagai program bisnis, seperti ikut PTC, PTR dan situs jejaring sosial yang memberikan kita dollar seperti http://www.peoplestring.com/?u=stimres adalah situs jejaring sosial yang memberikan keuntungan bagi anggotanya. Disini kita dapat melakukan kegiatan seperti di facebook, blogger, dan kita pun memiliki email seperti yahoo dan gmail dan game. Jadi di situs ini hampir semua kegiatan kita di internet dapat di lakukan dan situs ini saya promosikan melalui facebook.

mengapa facebook menjadi pilihan untuk berbisnis? karena di sanalah tempat yang paling efektif selain media televisi dan radio, sekaligus murah dari segi biaya untuk memperkenalkan produk maupun kegiatan promosi bisnis lainnya baik yang dilakukan oleh individu maupun perusahaan. gunakan facebook untuk menjalin pertemanan dan gunakan pula untuk kegiatan bisnis anda, sehingga anda menjadi individu yang memanfaatkan internet dengan segala macam aktifitas di dalamnya.

Read more...

Sabtu, 17 April 2010

Soal Kebenaran, Benarkah Relatif?

Pluralisme agama adalah keyakinan penuh kontradiksi dan problematik, maka tidak selayaknya diyakini oleh orang yang masih mampu berpikir rasional


Oleh: Zarnuzi Ghufron*

SELAIN mengatakan bahwa tentang sesat yang tahu hanya Tuhan, kaum Islam liberal-pluralis juga mengatakan bahwa kebenaran adalah relatif. Dengan ini, seolah-olah mereka ingin menyimpulkan: bahwa manusia itu tidak bisa membedakan mana yang sesat dan mana yang benar, karena yang sesat tak dapat diketahui dan yang benar juga tak jelas yang mana. Akibat cara berpikirnya ini, maka tak aneh jika mereka tak pernah khawatir kalau berbuat salah.

Ada sebuah pertanyaan yang yang meski dijawab oleh mereka: jika Tuhan dengan tegas memerintahkan umat manusia untuk menghidari kesesatan karena akan dibalas neraka bagi pelakunya dan Tuhan juga memerintahkan untuk mengikuti kebenaran dengan balasan surga dan neraka bagi yang menolaknya, lalu bagaimana jika kesesatan dan kebenaran itu sendiri tidak bisa dimengerti dan diketahui oleh manusia. Dengan demikian, bagi Allah, perintah tersebut menjadi sia-sia, dan bagi manusia hal itu adalah tanggung jawab yang tidak akan sanggup mereka lakukan (taklif bima la yutoq), karena mereka diberi perintah dan akan diberi sanksi jika melanggar, tapi tak jelas isi perintahnya.

Jika sesat dan kebenaran tak jelas maksudnya, maka bagi manusia keduanya ibarat sebuah nama tanpa ada pemiliknya (al Ismu biduni al musamma) atau sifat tapi tak ada yang disifati (as sifat biduni al mausuf) atau lafadz tak bermakna.

Hal semacam ini sebenarnya bertentangan dengan pernyataan kaum liberal sendiri; bahwa lafadz adalah pertanda dari sebuah realitas atau ma'na dan realitas itu lebih dahulu ada dari lafadznya tsb.

Mencari Kebenaran

Faham relativisme kebenaran adalah bagian dari pluralisme agama yang mengatakan bahwa kebenaran pemahaman tentang Tuhan bagi setiap pemeluk agama adalah relatif, karena mereka sama-sama ingin mencari Tuhan, tapi Tuhan bersifat metafisik dan transendental, hingga akhirnya manusia menjadi beragam dalam memahami Tuhan yang absolut tersebut. Pemahaman manusia ini kemudian diwujudkan dengan nama-nama dan simbol-simbol yang saling berbeda antara pemeluk agama yang satu dengan yang lainnya.

Agama-agama, menurut Fritjhof Schuon, penggagas faham Kesatuan Transenden Agama-agama (transcendent unity of religions) dibagi menjadi dua: tingkat eksoterik (lahiriyah) dan esoterik (batiniyah). Pada tingkat eksoterik agama-agama mempunyai Tuhan, teologi, ajaran yang berbeda. Namun pada tingkat esoterik agama-agama itu menyatu dan memiliki Tuhan yang sama yang abstrak dan tak terbatas.

Dari keterangan di atas dapat kita fahami bahwa kaum pluralis mengangap bahwa akidah semua agama adalah hasil karya manusia, dan pemahaman tentang Tuhan adalah hasil pencarian dan spekulasi manusia sendiri, tidak ada sumber dari Tuhan sendiri yang menjelaskan atau kalau boleh dikatakan manusialah yang menciptakan Tuhan-Tuhan mereka sendiri. Karena setiap agama membuat definisi sendiri-sendiri tentang siapa Tuhan, seperti apa sifat dan nama-Nya, sehinngga wajar jika hasilnya berbeda-beda.

Jika anggapan mereka demikian, maka teori pluralisme agama ini sebenarnya sudah dengan sendirinya tidak berlaku bagi agama Islam, karena asumsi kaum pluralis adalah bahwa pemahaman Tuhan oleh semua agama adalah hasil ciptaan manusia, dan asumsi tersebut ternyata berbeda dengan kenyataan yang ada di dalam agama Islam. Pengetahuan umat Islam tentang Allah, dengan nama-nama-Nya dalam asmaul husna dan segala sifat-Nya adalah bersifat "tauqifiyah", yaitu dari Allah sendiri yang diperkenalkan ke manusia lewat wahyu yang Dia turunkan kepada para Nabi yang Dia utus, mulai dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad. Bukan ciptaan umat Islam atau Nabi itu sendiri, dan di dalam agama Islam tidak ada lahan spekulasi untuk berkata tentang Tuhan

Oleh karena itu, Allah swt. dalam Al-Quran mengatakan bahwa orang yang berkata tentang Tuhan tanpa ada landasan wahyu adalah orang yang berkata tentang Tuhan tanpa pengetahuan.

"Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa Kitab (wahyu) yang bercahaya (yang menjelaskan antara yang hak dan yang batil).” (QS, Al Hajj:08)

"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui."
(QS, Al Baqoroh:169)

"Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempuyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah yang Maha Kaya; Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?."
(QS, Yunus:68)

Orang yang ingin memahami sesuatu tanpa didasari ilmu pengetahuan maka tiada cara kecuali dengan mengira-ngira, berhipotesa atau bersepekulasi, karena kalau sudah ada ilmu pengetahuan yang meyakinkan pasti tidak perlu bersepekulsi. Dan orang yang meyakini sesuatu dari hasil spekulasi maka sebenarnya dia telah meyakini sesuatu yang dia sendiri sebenarnya tidak yakin dengan hal tersebut. Meyakini sesuatu yang tidak meyakinkan adalah keyakinan problematik, lalu kenapa diyakini?!

Dari masalah ini dapat kita metahui pula tentang pentingnya diuutusnya seorang Rasul sebagai penerima wahyu Tuhan. Keyakinan awal umat manusia adalah sama, bahwa alam dunia ini memiliki sang pencipta, yang menciptakan dan yang mengatur alam dunia ini atau mereka sebut Tuhan. Tapi, manusia tak bisa mengetahui secara pasti tentang siapa itu Tuhan, siapa nama-Nya dan bagaiman sifat-sifat-Nya. Akhirnya mereka saling berspekulasi tentang Tuhan. Dengan ini menjadi pentinglah diutusnya Rasul sebagai utusan Tuhan yang menujukan tentang siapa sebenarnya itu Tuhan, dan segala hal terkait dengan keberadaan-Nya agar manusia tidak terus-menerus bersepekulasi.

Selain itu para Rasul lewat wahyu memberi tahu umat manusia bahwa di balik alam nyata ini ternyata ada alam lain, alam yang sekarang tak mampu diketahui oleh panca indera, tapi hal itu ada dan ternyata mempunyai hubungan dengan manusia, yaitu alam ghaib, seperti malaikat, jin, syaitan, surga, neraka, surga, alam mahsar, hisab. Dari semua hal yang bersifat transendental dan metafisik tersebut semuanya tidak bisa diketahui kecuali dengan informasi yang dapat dipercaya(al khobar as shodiq), yaitu wahyu dari yang Maha Mengetahui (Allah swt.) yang diturunkan kepada orang yang jujur, terpercaya dan terjaga dari kesalahan, yaitu para Rasul. Jika tidak, maka tiada pilihan lain bagi manusia kecuali tidak mengakui adanya yang transenden dan metafisik tersebut atau mengakuinya tapi dengan jalan hipotesa atau spekulasi dan hal ini tidak meyakinkan karena hipotesa tidak bisa dipastikan kebenarannya.

Bukti Kebenaran

Telah kita kita ketahui sebelumnya bahwa pengetahuan umat Islam tentang Tuhan dan yang lain yang bersifat metafisik adalah dari al khobar as shodiq, karena manusia tidak bisa mengetahui secara langsung dengan panca indera. Dan di antara hal yang membuktikan bahwa isi khobar tersebut adalah benar-benar meyakinkan, di antaranya sebagai berikut:

  1. Khobar tersebut. telah diterima dari sekian banyak Rasul yang dapat dipercaya, mulai dari Nabi Adam as. Sampai Nabi Muhammad saw. dan kondisi antar satu Nabi dengan Nabi yang lainnya adalah sangat plural baik dari segi masa, tempat atau negara, tabiat umat mereka, kondisi sosial dan budaya waktu itu, dan lain-lain. tapi khobar tersebut tetap sama isinya. Hal ini bisa terjadi karena yang menurunkan wahyu tersebut adalah satu (Allah swt.) dan yang menerima(para Rasul) orang yang jujur, dan isi sebuah berita, selama tetap asli, berita tersebut tidak terpengaruh oleh kondisi waktu, tempat, sosial, dan kultur sang penerima berita, dan juga bila ada sebuah berita yang dikabarkan kepada semisal "si A", kemudian diberitakan lagi yang lain semisal ke "si B", tapi isinya ternyata berbeda, berarti ada salah satu dari keduanya yang dibohongi. Dan mustahil Allah swt berbohong kepada Rasulnya.
  2. Dan sangat mustahil seandainya setiap Nabi dan Rasul berspekulasi secara sendiri-sendiri, tapi mampu menghasilkan hasil spekulasi yang sama dari segala sisi dari masalah yang dispekulasikan.
  3. Masalah akidah adalah nauu' al khobar (jenis berita), oleh karena itu akidah para Nabi dan Rasul adalah sama. Berbeda dengan syari'at, syari'at adalah nuu' al insa (jenis pengadaan) sehingga bisa berbeda-beda, karena untuk mengatur kehidupan umat yang berbeda-beda.

Kesimpulan

Relativitas kebenaran pengetahuan tentang Tuhan oleh umat beragama hanya bisa terjadi bila seluruh umat beragama "tanpa terkecuali" memperoleh pengetahuan tersebut lewat akal budi mereka, dengan berhipotesa, spekulasi atau sejenisnya, tanpa ada wahyu yang dapat dijadikan petunjuk, hingga tidak bisa dipastikan mana yang benar dan mana yang salah, seperti yang dianggap kaum pluralis sendiri. Tapi, telah kita ketahui bahwa pengetahuan tentang yang transendental tersebut tidak dapat diketahui dengan benar kecuali dengan al khobar as shodiq dan sejak dahulu para Rasul telah menerima khobar tersebut.

Maka dengan ini, dari sekian banyak pengetahuan tentang Tuhan yang tadinya mungkin relatif, menjadi tidak relatif lagi, karena yang lain masih berhipotesa, dan belum bisa memastikan benar tidaknya dan al khobar as shodiq yang pasti benar telah memastikan hipotesa-hipotesa tersebut salah.

Dan realitas yang ada bahwa dari sekian banyak pemahaman umat beragama tentang Tuhan semuanya saling kontradiksi, dan sifat di antara dua hal atau lebih yang saling kontradiksi adalah saling membatalkan di antara yang satu dengan yang lainnya, tidak bisa benar secara bersamaan. Dan al khobar as shodiq telah menunjukan mana yang benar.

Di dalam akidah Islam tidak ditemukan dan diterima keyakinan yang kontradiksi, karena hal itu tidak rasional. Pluralisme agama adalah keyakinan penuh kontradiksi dan problematik, maka tidak selayaknya diyakini oleh orang yang masih mampu berpikir rasional. Dan pernyataan kaum liberal/pluralis yang mengatakan bahwa akidah Islam terpengaruh sosial dan kultur waktu turunnya wahyu adalah pernyataan yang keluar karena tidak faham objek masalah.

Ingat! Kondisi sosial dan kultur antarsatu Nabi dengan yang lainnya adalah lebih plural dari kondisi sekarang, tapi kenapa tidak berpengaruh, hal ini yang harus mereka jawab. Dan seandainya mereka mengatakan bahwa relativitas kebenaran terletak pada pemahaman wahyu tersebut, bukan pada kebenaran wahyunya, maka dengan ini ilmu matematika bukan lagi ilmu pasti lagi bagi mereka, karena wahyu mengatakan Tuhan itu hanya satu. Jika pemahaman hanya satu masih relatif kebenarannya, maka satu tambah satu belum tentu dua, tapi masih relatif, mungkin dua, tiga, dan seterusnya. Wallahu a'lam bisshowab.

*
)Penulis adalah mahasiswa Fakultas Syari'ah Univ. Al Ahgaff, Hadramaut, Yaman. Dan sekarang menjadi Ketua Forum Diskusi Mahasiswa Indonesia (FoKus-Indo)di Unv. Al Ahgoff

sumber: http://www.hidayatullah.com/opini/pemikiran/11058-soal-kebenaran-benarkah-relatif

Read more...
 
MINDKAMIL @2009 Gallery Template Ajah by ireng_ajah

Supported Free Money Info and Product and Service | Banner code by Code-Code-an

Best view with Mozilla Firefox